Aku mencoba menjadi angin yang paling riuh di antara kisah malam
mengabarkan dunia sebuah kehangatan
meski hanya serupa kesederhanaan
dalam jendela cerita.
Seandainya kemarin masih kuhirup sebuah napas
tak mungkin kita betikai dengan waktu
hingga kalimat pengakhiran mengupas rasa
lalu mati dalam dilema ruang tak berspasi.
Sedang buku buku rindu masih berupa hidangan yang mencakup seluruh isi alam
perihal jatuhnya hujan pun masih di minati pejuang pinggir jalan emperan kota
memaksa raut bumi mendung sepanjang hari.
Kembali lagi mengeja langkah
pada himpitan yang menjerat tulang belulang kami, si petualang liar mengadu lagi sebuah masa di antara kekalutan hati
berembun penuh lambaian warna.
Putra azzuhri pesantren kuningan, 5 Agustus 2017.

No comments:
Post a Comment